RSS Feed

Cost Of Fund

Posted on

Bank merupakan lembaga keuangan yang menjalankan 2 fungsi utama yaitu sebagai perantara keuangan dan berperan dalam lalu lintas moneter . Bank sebagai perantara keuangan dapat dijelaskan melalui pos neraca bank sebagai berikut :

Dari bagan di atas terlihat bahwa sumber dana bank terdiri dari giro, tabungan, deposito yang biasa disebut dengan dana pihak ke-3, disamping itu juga terdapat sumber dana lain seperti dari sekuritas dan modal sendiri. Perolehan dana pihak ke-3 mengharuskan bank untuk membayar cost of fund yaitu biaya yang harus dikeluarkan oleh bank untuk setiap rupiah dana yang dihimpunnya dari berbagai sumber sebelum dikurangi dengan reserve requirement.
Sesuai dengan mekanisme operasinoal perbankan, maka dana pihak ke-3 yang berhasil dihimpun oleh bank akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk dana pinjaman (loanable fund) di samping itu bank juga harus menyediakan sejumlah dana yang tidak digunakan dalam aktifitas kredit (unloanble fund) seperti reserve requirement (6,5%xtotal deposit), kas, dan cadangan operasional lainnya. Untuk memenuhi syarat likuiditas bank maka proses pengalokasian dana harus menggunakan prinsip alokasi sebagai berikut :
1. Sumber dana jangka pendek digunakan untuk investasi jangka pendek
2. Sumber dana jangka panjang digunakan untuk investasi jangka panjang
Dengan penerapan kedua prinsip di atas bank dapat mengurangi missmatch pengalokasian dana yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengendapan dana.

missmatch alokasi dana

Loanable fund dapat dibedakan lagi menjadi idle fund (dana yang menganggur) yaitu dana yang belum dialokasikan ke aktiva produktif dan operable fund yaitu dana yang dialokasikan utuk debitur dalam bentuk kredit, di mana dari aktifitas penyaluran kredit inilah bank memperoleh profit. Untuk mencapai profit yang ditargetkan maka bank harus menentukan bunga deposit (cost of fund) yaitu biaya untuk memperoleh simpanana setelah ditambah dengan cadangan wajib (reserve requirement) yang ditetapkan pemerintah. Biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan utnuk memperoleh dana melalui produk simpanan. dan selanjutnya menentukan suku bunga pinjaman, spread dari kedua suku bunga tersebut akan menjadi pendapatan bagi bank seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Interest Spread

Dari bagan di atas terlihat bahwa cost of fund dalam bentuk bunga simpanan senilai 11-13% sementara itu bunga dana pinjamannya adalah 18-19% dengan demikian terdapat interest spread 5-8% yang menjadi keuntungan bank.
Selain memperhatikan cost of fund terdapat beberapa komponen vital lainnya yang mempengaruhi penetapan suku bunga pinjaman, diantaranya :
1. Laba yang diinginkan
Dalam menentukan laba yang diinginkan biasanya bank melihat kondisi pesaing dan juga kondisi nasabah.
2. Cadangan Resiko kredit macet
Merupakan cadangan terhadap kredit yang macet atas akibat dari suatu hal baik disengaja maupun tidak disengaja.
3. Biaya Operasi
Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.
4. Pajak
Merupakan pajak yang dibebankan oleh pemerintah kepada bank yang memberikan fasiltas kredit kepada nasabahnya.

About f12n

I'm sexy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: