RSS Feed

Dampak Krisis Global dan Kenaikan BBM Terhadap UKM di Indonesia

Posted on

A. KRISIS GLOBAL

Sebelum membahas mengenai dampak krisis global dan kenaikan BBM terhadap UKM di Indonesia, pembahasan ini akan flash back dulu ke krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1997-2001 di mana UKM disebut-sebut sebagai sektor usaha yang tetap mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang mengalami krisis, sedangkan usaha besar banyak ambruk. Data Statistik UKM tahun 1997-2001 menunjukkan bahwa jumlah usaha besar yang semula tercatat 2.907 unit usaha pada tahun 1997, langsung turun menjadi 1.831 di tahun 1998 untuk data selengkapnya dapat dilihat pada web depkop. Namun perlu digarisbawahi bawah terdapat perbedaan antara krisis global yang sekarang dengan krisis di tahun 1997, kita lihat saja bahwa jumlah PHK di tahun 1997 lebih besar bila dibandingkan krisis global yang sekarang terjadi. Bapak Presiden kita pun dalam pidatonya menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan memperoleh dampak yang besar dari krisis global ini karena fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat untuk menopang sektor riil, tapi benarkah demikian???

Berikut bahasan mengenai efek krisis global dan kenaikan BBM terhadap iklim usaha di Indonesia yang lebih spesifiknya terhadap UKM :

Puncak dari dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia bisa kita lihat melalui pasar modal dan valas Indonesia telah dibuatnya di suspend karena anjloknya indeks harga saham gabungan yang mencapai lebih dari 10% untuk kedua kalinya dalam waktu tiga hari. Terkait dengan kondisi rupiah kita, data yang diperoleh dari inilah.com mengenai BI rate menunjukkan bahwa pada bulan oktober sampai november BI rate terus meningkat dari kisaran 8,75 -9,5 % , kenaikan ini tentu memberikan dampak positif bagi para pemilik modal atas kenaikan bunga deposito, namun berdampak bagi UKM yang mengandalkan permodalan dari bank maka karena suku bunga pinjaman yang naik sehingga kredit menjadi mahal dan banyak UKM baru yang seharusnya bisa mengakses modal perbankan tetapi lebih memilih mengurungkan niatnya. Ketika suku bunga naik hal lain yang dapat kita cermati adalah pada saat itu perekonomian negara menunjukkan kondisi yang tidak sehat di mana negara harus menarik uang yang beredar di masyarakat untuk tetap mempertahankan kondisi ekonominya, perekonomian tidak berjalan sendiri secara dinamis. Namun di lain pihak ketika BI tidak meningkatkan suku bunganya maka akan berdampak pada nilai tukar rupiah yang melemah dan inflasi yang tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat.

Menurut Mudrajad Kuncoro lima sektor usaha di Indonesia yang terkena dampak krisis global di adalah sektor perbankan, sektor pertanian, industri, pertambangan dan telekomunikasi. Sekarang mari kita lihat data UKM di Indonesia berdasarkan sektor usahanya untuk tahun 2005 dan 2006 di bawah ini :

untitled

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa sektor UKM yang tertinggi adalah pertanian sementara sektor lain adalah sektor pertambangan dan keuangan jumlahnya masih sedikit, dengan demikian jumlah UKM yang terkena dampak krisis global dalam jumlah yang masih sedikit. Dampak yang diterima sektor pertanian pun mungkin hanya terbatas pada penurunan permintaan konsumen saja.

Selanjutnya jika dilihat dari tingkat ekspor nonmigas, statistik UKM sebelum terjadi efek puncak krisis global di Indonesia di tahun 2008 menunjukkan data sebagai berikut :

Gambar

Dari data di atas terlihat bahwa ekspor UKM di sekitar krisis global lebih kecil bila dibandingkan dengan tingkat ekspor usaha besar, sementara itu jelas bahwa sektor usaha yang sangat terpengaruh dengan krisis global adalah sektor usaha yang sangat terpengaruh oleh permintaan konsumen dari negara lain, jadi UKM tidak begitu terpengaruh dari segi ekspor.

2. KENAIKAN BBM

Harga minyak yang terus melonjak yang disebabkan oleh tingginya permintaan terhadap minyak namun eksplorasi minyak yang semakin sulit menyebabkan negara-negara pengkonsumsi minyak menjadi kebingungan dalam memenuhi bahan baku undustrinya. Sebutlah Amerika sebagai pengkonsumsi minyak tertinggi yaitu sebesar 20 juta barel per hari, sementara itu kondisi perekonomiannya sedang dilanda krisis.

Di Indonesia sendiri harga minyak yang naik mungkin bisa disubsidi oleh pemerintah, namun jika kenaikan ini terus menerus belum tentu pemerintah sanggup untuk memberikan subsidi, sebab negara juga memperlukan kas untuk melunasi hutang-hutangnya.

Sektor UKM yang terkena imbas dari kenaikan BBM adalah sektor UKM yang masuk dalam golongan industri sedangkan UKM yang tidak masuk dalam golongan industri akan terkena imbas dari segi distribusinya, sehingga sudah menjadi fenomena yang umum ketika BBM naik maka harga-harga akan ikut naik.

About f12n

I'm sexy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: